Marketing by Mouth

heri-winarto

Melihat perjalanan sebuah bisnis maka pemasaran dari mulut ke mulut mendapat tempat tersendiri dalam meningkatkan omset penjualan. Kita simak berapa MLM (Multi Level Marketing) yang ada di daerah kita. Mereka berlomba-lomba mencari peluang untuk mendapakan konsumen. Mereka berharap ada pemberian referensi khusus dari konsumen untuk ke konsumen. Seiring dengan adanya pesta rakyat yang akan dilaksanakan bulan April 2009 (kalau jadwal tidak mundur), maka perlu ada persiapan khusus dari seorang calon legisatif dalam memasarkan dirinya sehingga dapat diterima oleh konsumen (konstituen).

Di sini saya mencoba dengan lima tahapan yang sederhana untuk mendapatkan tempat di hati konstituen.
1.Kerja Keras
2. Perkenalan
3. Tekad
4. Harapan dan analisa
5. Modal

Kerja keras, memang dalam setiap usaha apapun kemauan, kerja keras harus dilaksanakan, karena kemauan untuk kerja keras akan menghasilkan sesuatu yang maksimal. Bagaimana kita dapat membagi waktu antara kebutuhan dan pendapatan, dengan membuat jalur kritis sehingga waktu yang akan kita tempuh semakin cepat dan tepat sasaran.

Banyak sekali strategi yang dapat kita buat untuk mendapatkan jalur yang cepat dengan pemetaan lingkungan, figur atau tokoh yang berpengaruh, kerabat atau keluarga, serta teman dekat yang mana setiap hari kitaharus mendapatkan lima orang baru yang akan memberikan refrensi selanjutnya.
Perkenalan, setelah kita bekerja dengan baik maka perlu kita perkenalkan produk kita ( visi dan misi ) yang akan diberikan ke pada konstituen. Perkenalan yang semakin meningkatkan kemampuan kita dalam berkomunikasi dapat saling menumbuhkan kepercayaan diri kita dan konstituen. setelah terjalin hubungan yang baik, maka kita harus bertekad untuk dapat menjadi pemenang dalam memasarkan produk kita ( diri kita sendiri ) dengan memberikan latihan-latihan yang kita mampu untuk melaksanakan. Seorang yang ahli komputer dalam bidang software dapat memberikan pelatihan-pelatihan tentang program-program komputer yang sangat sederhana. Kita dapat bekerja sama dengan mahasiswa/i yang menguasai materi tertentu dengan memberikan pembekalan kepada masyarakat.

Tidak perlu kita lakukan dengan terlalu banyak, karena setelah mereka kenal dengan kelebihan sesuatu dari diri Anda maka mereka yang akan promosikan. Harapan dan analisis dapat kta buat setelah berjalannnya kegiatan-kegiatan di atas berapa produk yang diterima atau dibeli oleh konstiuen. Sehingga kita dapat menghitung berapa pendapatan kita (suara ) dan terakhir baru kita cairkan modal untuk faktor penunjang kegiatan agar kita dapat semakin diterima. Dengan pengeluaran yang minimal akan menghasilkan yang maksimal (Minimax ), bukan kebalikannya dengan pengeluaran yang maksimal akan mendapatkan yang minimal ( Maximin ) jadi kita dapat berpikir pakmin atau bu max.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: