Resep

Jakarta, Kamis, 24 Mei 2007

jurnas3

http://www.jurnalnasional.com/new2/?KR=JURNAS&NID=29915

Dokter kerap memberikan pasien resep obat yang diperlukan untuk penyembuhan. Resep merupakan perintah dari dokter kepada apoteker menyiapkan obat penyembuhan. Dalam kamu Barat, resep—orang Perancis bilang ordonnance, Belanda menyebutnya voorschrift, receita kata orang Portugal, atau di Italia disebut prescrizione, juga merupakan petunjuk, tindakan penetapan aturan-aturan formal, hukum. Tercakup dengan formula, keputusan, instruksi, dan regulasi.

Berasalmula dari bahasa Latin, praescriptio, memang perintah tertulis. Resep, sesuai konteksnya, memberikan arah dan jalan bagi penyembuhan dan keberhasilan.

Dunia kedokteran relatif lebih sederhana dibandingkan dunia politik. Solusi sosial, ekonomi, budaya, ideologi dan ketahanan pastilah memerlukan tindakan, keputusan apapun yang pasti bersenggolan atau bermuara pada politik. Mengurus orang-orang, kelompok kecil atau besar, organisasi negara dan kehidupan negeri, jelas bukan perkara gampang. Di situ pekat faktor manusia yang diri, otak, sejarah dan kulturnya kompleks. Belum lagi faktor sosiologis dan anthropologisnya. Variabel dan indikatornya kerap rumit yang, kendati cepat diidentifikasi dan dirujuk, tetap saja tak jadi jaminan semua langsung beres. Di situ ada soal representasi, presisi, konsistensi dan akurasi.

Problem negeri ini tak ringan, disebabkan pembangunan yang dulu serba parsial, semu dan buruk warisan rezim Orde Baru. Hutan digundul, sumber daya alam disikat, daerah mandul, dieksploitasi atau diabaikan, konsentrasi ekonomi terpusat dan kolusi, pengangguran, kemiskinan, birokrat atas sampai bawah korup, hukum dipermainkan, peraturan disetel semau gang penguasa, dsb. Itu dulu. Sekarang semua akibat keburukan masa lampau harus dipikul oleh semua elemen bangsa. Bangsa ini mulai menertibkan dan membenahi Indonesia baru yang tak lagi dikelola semaunya.

Penegakan hukum kini sudah jadi prioritas. Tak gampang lagi terjadi pemerasan, pungli, kutip sana-sini, upeti-upetian, sogok-menyogok, pengabaian keadilan di mata rakyat. Bukan rahasia, sekarang orang malah takut jadi pimpro, karena gerak-gerik kejahatan berbau fulus terpantau ketat lewat kejaksaan dan KPK.
Padahal dulu orang berlomba-lomba menjadi pimpro, bahkan siap menempuh segala cara termasuk penyogokan supaya proyek jatuh ke tangannya. Baru pada era SBY, keketatan terjadi, dilakukan. Bahkan di tengah penyempitan ruang-ruang korupsi, proyek di kantor dan instansi pemerintah yang di atas Rp50 juta sudah harus lewat tender dan terbuka diaudit.

Kita kenali masalah, sisa warisan korupsi, mafia penegak hukum, pembengkalaian nasib orang miskin dan penelantaran hak-hak publik. Tetapi, begitulah, pada saat era baru dimulai, bencana alam datang silih-berganti, dari daerah yang satu ke tempat lain, tsunami, tanah longsor dll membuat konsentrasi pembenahan negeri sempat terganggu. Indonesia yang maju, kuat, sejahtera, terorganisir dan modern dibanggakan rakyatnya dan disegani di manca negara adalah harapan. Ketika terwujud, berarti tak signifikan lagi problem kemiskinan, politisi parlemen yang asbun dan gak mutu, korupsi, pengangguran, utang. Begitu pula model pengempelangan BLBI, pendidikan rendah, sarjana yang tak cakap, mafia peradilan, aturan dan hukum yang labil, tak konsisten atau saling bertabrakan, semua tereliminir.

Banyak resep sudah naik ke permukaan. Visi Indonesia 2025 atau Visi 2030 adalah di antaranya. Disiapkan, dibangun, diawali dari diri sendiri, melebar ke keluarga, RT, RW, desa atau kelurahan, kecamatan, kota atau kabupaten, provinsi dan nasional. (rpohan@jurnas.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: